MENSUCIKAN JIWA DI HARI YANG FITRI

6 Des

OLEH : DRS. H. ANWAR YASIN
(ANGGOTA F-PKS DPRD JAWA BARAT)

 “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat.” (QS An Nashr : 1-3 )

 Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Tanpa terasa bulan suci Ramadhan telah sampai di penghujungnya. Sebulan penuh kita berjuang mengendalikan hawa nafsu dengan menahan lapar dan dahaga mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Itu semua dilakukan dengan berbekal semangat untuk mengejar derajat ketaqwaan, derajat yang begitu mulia bagi orang-orang yang beriman. Dan kini tiba saatnya kita semua merayakan kemenangan atas perjuangan tersebut di hari raya Idul Fitri.

Hari raya Idul Fitri merupakan momentum puncak dari seluruh ibadah di bulan suci Ramadhan. Momentum untuk kembali dalam keadaan fitrah alias suci sebagaimana manusia yang baru lahir, tanpa noda dan tanpa dosa. Hal tersebut dikarenakan seluruh amal ibadah seperti shaum, shalat, tilawah, zakat dan sedekah yang kita lakukan selama bulan suci Ramadhan merupakan penghapus dosa-dosa yang telah kita lakukan selama bulan-bulan sebelumnya. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah : “Shalat yang lima waktu, dan shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya, serta puasa Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya adalah penghapus-penghapus dosa di antara mereka, apabila dijauhi dosa-dosa besar.” (HR Ahmad, Muslim dan Tirmidzi)

Oleh karena itu, wajib bagi seorang muslim yang telah lulus dalam ujian di bulan suci Ramadhan ini, untuk tetap menjaga kesuciannya tersebut di bulan-bulan selanjutnya. Jangan sampai setelah melewati bulan Ramadhan, kita justru kembali kepada kebiasaan buruk yang pernah dilakukan. Karena bukankah seorang manusia yang keadaan amalnya hari ini lebih buruk dari hari kemarin termasuk golongan orang yang celaka dan mendapatkan laknat dari Allah?

Mensucikan Jiwa

Mengingat pentingnya kewajiban untuk tetap menjaga kesucian jiwa, maka perlu kiranya kita mengetahui bersama beberapa kiat atau cara yang dapat kita lakukan untuk mensucikan jiwa. Hal pertama yang perlu kita lakukan untuk mensucikan jiwa adalah dengan bertaubat. Berbuat dosa dan kesalahan pada dasarnya merupakan fitrah manusia. Karena iman manusia yang tidak stabil, bisa naik dan bisa turun, maka setiap manusia berpotensi melakukan khilaf dan dosa dalam aktivitas kesehariannya. Oleh karena itu, agar diri kita kembali bersih setelah melakukan dosa, maka aktivitas taubat ini harus dilakukan secara terus menerus, bahkan setelah bulan Ramadhan berakhir.

Sebagaimana kehidupan yang memiliki dua dimensi, maka dosa dan kesalahan yang kita lakukan pun pada dasarnya berdampak pada kedua dimensi tersebut, yaitu dimensi vertikal dan dimensi horizontal. Secara vertikal, kita melakukan dosa kepada Allah SWT sebagai Dzat yang Maha Kuasa. Untuk dosa jenis ini kita dianjurkan untuk bertaubat dengan sepenuh hati dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Kita pun wajib menyesali perbuatan dosa tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali. Hal ini berdasarkan firman Allah dalam Al-Qur’an : “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai..” (QS At Tahrim : 8).

Sedangkan dalam dimensi horizontal, dosa dan kesalahan yang kita lakukan adalah kepada sesama manusia. Sangat dimungkinkan ada orang yang terluka karena perkataan dan atau perbuatan kita. Maka untuk dosa ini kita wajib menyampaikan permohonan maaf kepada orang yang kita dzalimi. Sehingga momentum hari raya Idul Fitri ini merupakan saat yang paling tepat untuk saling memaafkan atas dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan kepada orang lain.

Setelah kita bertaubat kepada Allah SWT dan saling memaafkan kepada sesama manusia, maka kesucian jiwa juga harus terus dijaga dengan melaksanakan ibadah yang memiliki kualitas dan kuantitas yang lebih baik. Ketika di bulan Ramadhan kita telah berlatih untuk shaum, shalat malam, tilawah, dan sedekah. Maka amal baik ini harus terus dijaga bahkan terus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya di luar bulan Ramadhan.

Namun tidak cukup hanya menjaga amal ibadah yang berupa ritual saja, Ramadhan juga telah mendidik kita untuk mengendalikan hawa nafsu kita dengan menjadi pribadi yang berakhlaq mulia. Sehingga kebiasaan buruk seperti berdusta, menipu, berkhianat, korupsi, berzina, bergosip dan dosa lainnya dapat kita tinggalkan sepenuhnya pasca Ramadhan ini. Seluruh ikhtiar ini merupakan bukti kesungguhan kita untuk bertaubat dan menjadi hamba yang bertaqwa di hadapan Allah.

Sebagai pelengkap proses mensucikan jiwa ini, kita diwajibkan pula untuk membersihkan harta kita dengan menunaikan zakat. Sebagaimana firman Allah dalam QS At Taubah ayat 103 : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikanmereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Menunaikan zakat ini menjadi sangat penting karena merupakan salah satu kewajiban utama yang diperintahkan Allah. Dengan menunaikan kewajiban zakat dapat membersihkan dan mensucikan harta kita. Bahkan zakat juga dapat melatih kepedulian dan kepekaan sosial kita terhadap penderitaan dan kekurangan saudara kita yang lain. Hal ini akan menyebabkan jiwa kita menjadi lebih tenteram dan semakin mensyukuri nikmat yang telah dititipkan Allah kepada kita.

Akhir kata, Ramadhan bukanlah akhir sebuah perjuangan mengalahkan hawa nafsu, namun merupakan titik awal bagi kita semua untuk berkomitmen dengan sepenuh hati menjaga kesucian jiwa. Sehingga dengan usainya bulan suci Ramadhan di tahun ini, semoga dapat semakin mendorong kita untuk terus menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik, bertaqwa dan berakhlaq mulia, serta memiliki kepedulian sosial bagi sesama. Karena spirit besar yang akan terus kita bangun pasca Ramadhan ini adalah terus bersinergi untuk maju bersama, demi membangun Jawa Barat dan Indonesia yang kita cintai. Wallahua’lam.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: