MENINGKATKAN DAYA SAING DESA

8 Okt

Oleh : Anwar Yasin

(Anggota F-PKS DPRD Jawa Barat)

Hari Raya Idul Fitri telah berlalu satu bulan lamanya. Jutaan orang melakukan aktivitas mudik, yang mengakibatkan sekitar 900 orang diantaranya meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan lalu lintas. Betapa ritual tahunan ini harus dibayar mahal dengan hilangnya nyawa ratusan orang.

Jika kita telisik, orang-orang yang melakukan aktivitas mudik ini sebagian besar merupakan orang-orang yang berada dalam usia produktif atau usia kerja, yaitu antara usia 15 – 45 tahun. Maka jika orang-orang usia produktif ini meninggal dunia sebanyak ratusan orang di setiap tahunnya, dikhawatirkan akan terjadi lost generation atau hilangnya satu generasi angkatan produktif. Hal ini tentu sangat berbahaya bagi keberlangsungan hidup suatu bangsa dan negara.

Sebagian pihak lantas bertanya-tanya, apa kira-kira faktor pendorong dan faktor penarik jutaan orang melakukan aktivitas mudik ini. Jutaan orang secara serentak bergerak mudik dari kota ke desa, kemudian pasca Lebaran berbondong-bondong membawa sanak saudaranya dari desa ke kota dalam arus balik.

Salah satu faktornya adalah demi mencari nafkah ataupun sumber penghasilan baru di perkotaan. Daerah pedesaan dianggap tidak lagi menarik dan kurang layak untuk mencari nafkah ataupun mengembangkan usaha. Desa telah ditinggalkan oleh penduduknya sendiri karena tidak memiliki daya saing bahkan kalah oleh pesona kapitalistik perkotaan.

Daya Saing

Terdapat banyak hal dan upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan daya saing desa. Yang pertama adalah peningkatan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat desa. Komponen masyarakat desa antara lain aparatur desa dan juga warga masyarakat. Aparatur desa harus merupakan pribadi-pribadi yang memiliki karakteristik unggul, kreatif, inovatif serta profesional dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Budaya korupsi, kolusi dan nepotisme harus dikikis habis dari budaya aparatur desa.

Selain aparatur desa, warga masyarakat juga perlu mendapatkan perhatian penting dalam hal peningkatan kapasitas. Jangan lagi ada warga masyarakat yang tidak bisa membaca, menulis dan berhitung. Kemampuan dasar ini penting, agar mereka tidak menjadi korban penipuan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Seperti kita ketahui bersama, sebagian korban traficking atau perdagangan manusia berasal dari desa. Banyak di antara mereka yang hijrah dari desa tanpa dibekali keterampilan bekerja dan juga kemampuan dasar tersebut. Oleh karena itu, program-program pemerintah wajib menyentuh bidang pendidikan yang berkwalitas dan setara dengan kwalitas pendidikan di perkotaan.

Warga masyarakat desa juga perlu mendapatkan pendampingan, penyuluhan dan pemberdayaan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencari nafkah dan menjalankan usaha. Perlu juga diterapkan inovasi teknologi tepat guna serta pengembangan lembaga pembiayaan untuk menyediakan kredit mikro bagi masyarakat desa.

Para petani, peternak dan nelayannya perlu mendapat pelatihan tata cara bertani dan beternak yang baik dan efektif, sehingga hasil keuntungannya dapat semakin bertambah. Karena masalah utama para petani, peternak dan nelayan di pedesaan antara lain adalah kapasitas produksi yang kecil, kwalitas yang tidak konsisten, serta akses kepada jaringan pemasaran yang terbatas atau dikuasai oleh para tengkulak.

Para wanita ibu rumah tangga dan gadis remajanya juga perlu mendapat pelatihan menjahit, membuat kerajian tangan, membuat kue atau makanan khas daerahnya masing-masing. Demikian pula para pemudanya didorong untuk terus mengeksplorasi serta mengoptimalkan seluruh sumber daya dan potensi di daerahnya, guna semakin meningkatkan daya tarik desa.

Hal lainnya yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan daya saing desa adalah peningkatan kuantitas dan kwalitas infrastruktur di pedesaan. Gedung desa, jalan umum lintas kabupaten dan propinsi, masjid, sekolah, puskesmas, saluran irigasi, jaringan komunikasi dan sarana prasarana publik lainnya perlu diperbaiki dan terus diperbaharui, agar dapat membantu program peningkatan kapasitas aparatur dan warga masyarakat desa.

Jika upaya-upaya di atas dapat terus dijalankan secara optimal, insya Allah desa akan memiliki daya saing serta daya tarik yang tidak kalah dengan daerah perkotaan. Tidak perlu lagi ada urbanisasi atau migrasi besar-besaran pada saat arus balik dari desa ke kota. Sehingga dapat meminimalisir bahaya lost generation atau hilangnya generasi produktif, yang menjadi tulang punggung bangsa ini untuk maju menghadapi tantangan zaman. Wallahua’lam.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: