APBD Jabar 2013 Disetujui DPRD

19 Nov

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jabar tahun anggaran 2013 disahkan dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD jabar Irfan Suryanagara  di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (13/11). Total anggaran mencapai Rp 13 triliun, namun terjadi defisit Rp 1,089 triliun.
Angka itu mengalami peningkatan dari pengajuan awal Rp 13.064.252.735.807 menjadi Rp 13.154.203.322.337. Selisihnya adalah Rp 89.950.586.530.
“Pada prinsipnya delapan fraksi di DPRD Jabar sepakat menyetujui raperda tentang APBD Jabar tahun anggaran 2013 menjadi perda,” kata Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara. 

Sebelum RAPBD Tahun 2013 disetujui dan ditandatangani menjadi APBD, pihak Ban-Gar melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan hasil pembahasan RAPBD. Hasil pembahasan dibacakan masing-masing anggota Ban-Gar, Yod Mintaraga dan Sukmana. Hal-hal yang dilaporkan dalam pembahasan meliputi bidang pendapatan, bidang belanja dan pembiayaan.

Pendapatan dalam APBD Tahun 2013 sebesar Rp. 12.064.252.735.807,20. Adapun rincian pos pendapatan meliputi : Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 9.882.025.240.600,20, dana perimbangan Rp.2.166.936.046.444,- serta lain-lain pendapatan daerah yang sah tidak mengalami perubahan yaitu sebesar Rp.15.291.448.763,00.

Selanjutnya bidang belanja sebesar Rp.13.029.303.322.337,20. Rinciannya,  belanja tidak langsung sebesar Rp.9.578.352.585.652,20 serta belanja langsung  Rp.3.450.950.736.685,00. Dari uraian tentang pendapatan dan belanja terjadi defisit sebesar Rp.965.050.586.530,00.

Untuk pembiayaan, terdiri dari penerimaan pembiayaan sebesar Rp.1.089.950.586.530.00 dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.124.900.000.000,-. Selanjutnya untuk pembiayaan netto sebesar Rp.965.050.586.530,00 yang digunakan untuk menutupi defisit.  Dengan demikian, volume  APBD Provinsi Jabar tahun 2013 sebesar Rp.13.154.203.322.337,20.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyebut dalam APBD tahun depan ada berbagai prioritas yang dikedepankan. “Prioritasnya ada pembangunan rumah tinggal layak huni, pembangunan pedesaan, pembangunan infrastruktur,” ucapnya. Salah satu yang tertinggi alokasinya adalah untuk dunia pendidikan yang lebih dari 20 persen. “Sekitar Rp 2 triliun lebih APBD kita ada di pendidikan,” ujar Heryawan. Disinggung adanya defisit pada APBD, Heryawan menanggapinya dengan santai. “Defisit itu bisa ditambah dengan silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran),” cetusnya. Silpa tahun 2011 mencapai Rp 1 triliun.

Sumber : http://dprd.jabarprov.go.id/?m=seputar&t=news&id=969

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: