REVITALISASI PERAN LEMBAGA DAKWAH KAMPUS (LDK) DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG MADANI

2 Jan

Oleh : Drs. H. Anwar Yasin

 

Pengantar

Maha Suci Allah yang menciptakan alam semesta dengan sempurna dan tanpa kesia-siaan. Manusia sebagai salah satu mahluk ciptaanNya memiliki tugas yang besar dan mulia, yaitu sebagai khalifah di muka bumi dalam rangka ketaatan beribadah kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana firman Allah : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat : 56). Oleh karena itu, manusia terikat pada kewajiban untuk menaati setiap perintahNya dan menjauhi setiap laranganNya.

Namun, tidak sedikit manusia yang membangkang terhadap perintah Allah dan malah membuat kerusakan di muka bumi. Akibatnya manusia semakin terjerumus dalam kesesatan dan kekafiran, sehingga membuatnya menderita dalam menjalani kehidupan di dunia.

Maka, untuk menyelamatkan manusia menuju keselamatan di dunia dan di akhirat, Allah memerintahkan kepada manusia untuk berdakwah. Allah berfirman dalam QS Ali ‘Imran ayat 104 : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar.

Kondisi Masyarakat

Di bawah naungan risalah kenabian, umat Islam pernah memimpin peradaban manusia dengan cahaya hidayah dan iman. Dengan kesempurnaan risalah serta keluhuran akhlaqnya, pesona pribadi muslim telah membawa manusia dari kegelapan jahiliyah menuju jalan keselamatan di dunia dan akhirat.

Di bawah naungan dakwah Islam, umat menikmati kesejahteraan, ilmu pengetahuan menyebar dan berkembang pesat, keadilan hukum ditegakkan, dan seluruh manusia dalam masyarakat menerapkan nilai-nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari.

Namun sebagaimana sunnatullah yang berlaku secara adil, setiap peradaban pasti mengalami pasang surut, sebagaimana iman dalam hati yang terkadang naik karena iman, dan turun karena maksiat.

Sebagian manusia mulai meninggalkan ajaran Al-qur’an dan sunnah. Mengabaikan seruan ulama dan ahli ibadah. Menjadikan syariat sebatas formalitas belaka. Bahkan tidak sedikit manusia yang menjadi kufur atas nikmat Allah, berlaku sombong dan berbuat kedzaliman kepada sesama manusia.

Akibatnya, kerusakan terjadi di seantero negeri. Kelaparan dan kemiskinan menjadi pemandangan yang biasa terlihat di sudut kota. Para penguasa berlomba-lomba merampok hak rakyat, kekayaan alam dieksploitasi tanpa henti, kebodohan merajalela, kejahatan menjadi digdaya, para pemudanya asyik bermaksiat, dan setiap perkataan serta perbuatan malah membuat Allah semakin murka. Sementara itu, para ulama dan juru dakwah hanya bisa meratap di ujung mushalla, berharap pertolongan dari langit segera tiba.

Padahal Rasulullah tercinta telah mengamanatkan kepada manusia : “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah merubah dengan tangannya, dan jika ia tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, dan jika ia tidak mampu, hendaklah merubah dengan hatinya. Sesungguhnya hal itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).

kerjasama

Peran Lembaga Dakwah Kampus (LDK)

Berdasarkan kondisi masyarakat tersebut, maka diperlukan suatu aktivitas dakwah yang terorganisir dengan baik dan berkelanjutan. Maka golongan yang paling siap dan mampu memikul beban berat tersebut adalah para pemuda. Di tangan mereka lah setiap ide perbaikan dan perubahan diusung, yang kemudian dimenangkannya dengan ikhtiar perjuangan.

Umat ini telah terlalu lama kehilangan semangat para pemudanya. Pemuda yang akan mengobati kerinduan umat akan kejayaan Islam, tegaknya syariat, serta tersebar luasnya keadilan dan kesejahteraan. Tentunya perjuangan berat ini tidak dapat diusung oleh sedikit pemuda saja, namun perlu digerakkan oleh kekuatan kolektif yang berasal dari pemuda-pemuda yang mencintai Allah, serta berbakti kepada masyarakat dengan sikap tulus dan ikhlas.

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) merupakan salah satu wadah berkumpulnya para pemuda tersebut. Wadah perjuangan yang mampu menghimpun kebaikan yang terserak, mencetak aktivis dakwah yang mampu memberikan pencerahan kepada umat, serta berkontribusi dalam memecahkan setiap permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Mereka lah yang akan menjadi garda terdepan dalam melaksanakan perintah Allah dalam QS An Nahl ayat 125 : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmahdan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.

Aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) harus terus bergerak dan berperan dalam memberikan pencerdasan kepada masyarakat dengan berorientasi pada paradigma gerakan dakwah tauhid dan intelektual profetik. Tujuan utamanya adalah membebaskan manusia dari penghambaan terhadap materi dan nalar, serta penghambaan terhadap sesama manusia lainnya. Hal ini demi mengembalikan penghambaan manusia pada tempat yang sesungguhnya, yaitu hanya kepada Allah semata.

Aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) juga perlu berperan aktif sebagai gerakan moral yang menyerukan tata peradaban kemanusiaan yang berdasarkan pada nilai-nilai universal wahyu Ketuhanan (Ilahiyyah),sehingga dapat mewujudkan Islam sebagai rahmat semesta alam (rahmatan lil ‘alamin). Seruan ini dalam rangka perjuangan berkelanjutan untuk menegakkan nilai kebaikan universal dan meruntuhkan tirani kemungkaran (amar ma’ruf nahi munkar).

Mewujudkan Masyarakat Madani

Di tengah tugas berat yang harus dipikul, para aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) juga harus berhadapan dengan realita keterbatasan yang mereka miliki. Keterbatasan waktu perkuliahan di kampus, keterbatasan ilmu dan pengalaman, hingga keterbatasan finansial yang dapat mempengaruhi konsistensi dan kontinyuitas aktivitas dakwah kepada masyarakat.

Oleh karena itu, aktivitas Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang ideal adalah aktivis yang telah “tuntas” dengan dirinya sendiri. Karena mustahil teko yang kosong dapat mengisi gelas yang kosong. Maka mustahil pula aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat, ketika dirinya sendiri masih dilanda kesuraman dalam mengatur kehidupannya.

Untuk tetap menjaga kredibilitasnya, setidaknya ada beberapa karakter mendasar yang mesti diperhatikan dan dipenuhi oleh setiap aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dalam menjalankan aktivitas dakwahnya.

Secara individu, setiap aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) hendaknya memiliki aqidah yang bersih, ibadah yang benar serta akhlaq yang baik dan terpuji. Ketiga karakter ini merupakan pondasi dasar untuk membangun gerakan dakwah yang kokoh. Jika salah satunya terabaikan atau hilang, maka dapat merusak rangkaian aktivitas dakwah selanjutnya.

Setiap aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) juga dituntut untuk memiliki fisik yang sehat dan prima, serta pemikiran dan wawasan yang luas untuk melaksanakan setiap agenda dakwahnya. Jika seorang aktivis dakwah sakit-sakitan dan berwawasan sempit, maka dikhawatirkan akan mengurangi efektifitasnya dalam menyebarkan hidayah Islam di tengah masyarakat.

Secara keorganisasian, Lembaga Dakwah Kampus (LDK) perlu mengelola program dan agenda dakwahnya dengan baik. Hal sederhana namun penting seperti manajemen waktu yang baik, perencanaan yang rapih, profesionalitas dalam menjalankan amanah, hingga kemandirian finansial perlu menjadi perhatian khusus. Jangan sampai aktivis dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dicap sebagai organisasi yang tidak profesional karena tidak merancang setiap agendanya dengan baik. Karena salah satu tujuan besar Lembaga Dakwah Kampus (LDK) adalah memperbaiki kondisi masyarakat, maka perbaikan tersebut harus dimulai dari internalnya terlebih dahulu. Prinsipnya adalah “mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang.”

Jika seluruh karakter mendasar ini dapat terus diupayakan untuk dapat terpenuhi oleh aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK), baik secara individu maupun organisasi, niscaya gerakan dakwah ini akan dapat melakukan aktivitas terpentingnya, yaitu berkontribusi dalam memecahkan permasalahan di tengah masyarakat. Hal ini senada dengan pesan Rasulullah SAW, bahwa manusia terbaik (khairunnass) adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Sehingga dapat pula disimpulkan, bahwa organisasi atau lembaga terbaik adalah organisasi atau lembaga yang paling bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

Besarnya kebermanfaatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) ini tentunya menjadi harapan asasi bagi kita semua. Haus dahaga hidayah Islam akan segera terlupakan, berganti dengan kenikmatan iman, keadilan dan kesejahteraan bagi setiap manusia. Akhir kata, semoga kita semakin yakin, bahwa “Harapan itu masih ada”. Wallahua’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: