Mewaspadai Benalu Kemerdekaan Indonesia

25 Jun

Image

Oleh Drs H Anawar Yasin.

Anggota komisi A DPRD Jawa Barat,Fraksi PKS.

Dalam program legeslatif nasional tahun 2013 Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mencantumkan akan membahas Rancangan Undang-Undang Komponen Cadangan (RUU KC) yang oleh media masal sering disebut dengan wajib militer.

Ketika isu Hak Asasi Manusia (HAM) menjadi primadona ditengah masyarakat dan pembatasan kewenangan militer dalam kehidupan politik sudah menjadi kesepakatan masyarakat Indonesa, apakah masih relevan untuk mewajibkan militer kepada masyarakat sipil.

Ada beberapa keberatan dan ketakutan dari berbagai kalangan bila diberlakukannya RUU KC ini akan mengintervensi kehidupan masyarakat sipil, tidak sedikit juga yang mencurigai ini adalah pintu masuk militer untuk kembali pada dunia politik setelah asas dwi tunggal dihapuskan, ada ketakutan dimanfaatkan oleh kelompok sparatis dan juga kelompok kriminal, serta ada yang berpendapat bahwa RUU KC ini sudah ketinggalan zaman bahwa hari ini bukan lagi zaman Yunani yang menekankan banyaknya jumlah prajurit tapi lebih pada penguatan teknologi.

Bila kita meneliti lebih dalam pertimbangannya RUU KC menyebutkan bahwa pertahanan negara  bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara  Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara  Republik Indonesia Tahun 1945.

Pada point selanjutnya dijelaskan juga bahwa sistem pertahanan negara   Indonesia bersifat semesta yang melibatkan seluruh sumber daya nasional yang dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah, dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara  dan menjaga keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman.

Sehingga dalam rangka diatas dalam menghadapi ancaman militer, sistem pertahanan negara  menempatkan Komponen Utama yang didukung oleh Komponen Cadangan;

Kita bisa melihat bahwa semangat pembuatan RUU KC ini adalah dalam rangka melibatkan seluruh masyarakat Indonesia dan sumber daya lainnya untuk membela negara pada saat darurat. Tentu saja ini sesuai dengan konsititusi kita sebagaimana termaktub dalam pasal 30 ayat (1) dan (2) UUD 1945.

 (1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

(2) Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.

Perlu kita sadari betul Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini memiliki kondisi geografis yang unik dan tidak dimiliki dengan negara yang lain, kita adalah negara kepulauan terbesar di Dunia ini. Karena itu membandingkan NKRI dengan Filipina karena sama-sama negara kepulauan tidaklah tepat karena besarnya wilayah yang sangat jauh berbeda apa lagi dibandingkan dengan negara yang sebagian besarnya adalah berupa daratan. Karena itu mempunyai rumusan pertahanan yang otentik  dan aplikatif adalah sebuah kemestian.

Ketakutan tentang “neo dwi fungsi” adalah perasaan yang cukup berlebihan karena ini adalah dua hal yang berbeda, dalam dwi fungsi anggota TNI aktif (dulu ABRI) dapat menjadi anggota parlemen, dalam RUU KC komponen cadangan tetap berstatus masyarakat sipil dengan segala hak dan kewajibannya dalam konsititusi.

Permasalahan dana yang terbatas, sebenarnya bisa diakali dengan membuat sistem perekrutan peserta didik lebih selektif, sehingga beban biaya terkurangi, atau bisa juga bisa ditentukan angakatan mana yang paling membutuhkan komponen cadangan apakah Angkatan Darat, Angkatan Laut, atau Angkatan Udara. Fakta lainnya, dengan diberlakukan RUU KC ini jumlah rekrutmen anggota TNI yang pada awalnya berjumlah dua belas ribu tentara (sesuai dengan jumlah Anggota TNI yang pensiun) akan berkurang menjadi sekitar tiga ribu  sampai dengan enam ribu orang saja yang tentu saja dapat mengurangi biaya operasional prajurit

Ketakutan akan dimanfaatkan oleh kelompok separatis dan/atau kelompok kriminal sebenarnya juga bisa dieliminir dengan menggunakan perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang psikologi, sehingga dapat dideteksi dengan dini potensi-potensi yang membahayakan keamanan negara.

Untuk alasan terakhir yang menyatakan bahwa RUU KC ini tidak lagi sesuai zaman karena hari ini lebih mementingkan teknologi ketimbang jumlah prajurit adalah pendapat yang tidak berdasar, karena sesungguhnya semua komponen pertahanan negara baik yang bersifat peralatan, teknologi, dan bahkan manusia harus ditingkatkan secara bersama- sama. Dalam keadaan paling buruk, jangan sampai negara ini sudah lemah dalam bidang teknologi lemah pula dalam personilnya.

Justru yang harus menjadi catatan kaki disini adalah kita harus sama-sama pastikan bahwa RUU KC ini tidak mempengaruhi alam pikir masyarakat Indonesia untuk berani menyatakan pendapat walaupun itu berbeda dengan pendapat pemerintah karena bagaimanapun kebebasan berpendapat dan berserikat adalah hak yang sama-sama diatur oleh konstitusi.

Kemungkinan masyarakat sipil yang merasa superior karena menjadi komponen cadangan memang besar, bahkan sebelum ada RUU KC pun banyak ormas dan atau organ kepemudaan yang sudah memakai seragam berbau militer, oleh karena itu harus ada efek jera lebih kepada mereka yang sudah tergabung dalam komponen cadangan,efek jera lebih itu bisa berupa tambahan masa tahanan bila terbukti bersalah, atau bahkan untuk kejahatan tertentu bisa dimajukan pada peradilan koneksitas.

Terakhir kita semua harus waspada, pada saat revolusi kemerdekaan, sejarah mencatat tidak semua pihak menginginkan negara ini merdeka karena sudah menikmati dengan status quo penjajah sampai arus utama kemerdekaan memaksa mereka hidup dalam kemerdekaan dan menjadi benalu kemerdekaan.

Dengan adanya RUU KC walaupun kita tidak bisa menghilangkan seratus persen benalu-benalu kemerdekaan ini tapi setidaknya kita dapat melihat siapa saja benalu-benalu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: