Antara Indonesia dan Mesir.

28 Agu

Image

Awalnya dunia terhenyak dengan pengkhianatan militer Mesir atas hasil pemilu pertama kali yang digelar secara demokratis di Negara tersebut, namun belakangan perkembangan di Negeri Piramida tersebut makin buruk, data korban per hari kamis tanggal 15 Agustus 2013 sejumlah  638 orang tewas dan 3994 orang terluka setidaknya itulah angka yang di sampaikan oleh juru bicara kementrian kesehatan Mesir M Faathallah, bahkan sumber tidak resmi mengatakan dalam delapan jam saja militer telah mengkudeta lebih dari dua ribu orang.

Seluruh dunia mengecam, tidak terkecuali masyarakat Indonesia, berbagai aksi prostes dilakukan pada hari Jumat , Jusuf Kalla menghimbau untuk melakukan sholat Ghaib setelah sholat Jumat , sebagaian memanjatkan doa qunut nazillah pada saat rakaat kedua sholat Jumat. Bahkan dibeberapa kota besar Indonesia mengadakan aksi protes keras, di kota Bandung provinsi Jawa Barat Gubernur Ahmad Heryawan bahkan ikut turun berorasi pada saat aksi protes.

Namun sayangnya masih saja ada yang bertanya “kenapa kita harus ikut membela atau setidaknya perlu memperhatikan keadaan Mesir?” beberapa orang bahkan bersikap nyinyir dengan mengatakan “ tidak kah berlebihan kita mengurus Negara Mesir? Karena pada saat yang sama Negara kita sendiri masih memiliki banyak masalah penting”

“Globe is Small Village”. (Dunia Adalah Sebuah Kampung Kecil)

Small village, adalah istilah yang dipopulerkan oleh Marshall Mc Luhan dalam bukunya The Gutenberg Galaxy: The Making of Typographic Man (1962) and Understanding Media (1964). Mc Luhan menggambarkan bahwa dengan ditemukannya listrik dimana informasi dapat sampai dengan cepat ke berbagai daerah dengan segala konsekuensi baik secara social dan atau politik dalam satu kali tepuk, pada akhirnya ini mengantarkan manusia dalam tingkat kepedulian akan sebuah tanggung jawab pada tingkat yang lebih tinggi.

Dengan kata lain apapun yang ada di dunia ini selalu terkait, tersambung dan saling mempengaruhi, sebagai bukti, bahwa krisis ekonomi tahun 1997 yang menimpa Indonesia itu bermula dari krisis yang bermula di Negara Thailand.

Sehingga pada akhrinya yang perlu kita beri garis bawah tebal adalah, prinsip yang menyatakan bahwa apapun yang terjadi di belahan bumi manapun pasti akan mempengaruhi keadaan Negara kita, baik cepat atau lambat, secara sadar atau tidak sadar.

Inilah Alasan Kita.

Setelah kita memahami setiap yang ada di bumi ini saling terkoneksi dan saling mempengaruhi, kita tetap memiliki setidaknya tiga alasan kenapa kita harus concern tentang perkembangan Mesir hari ini.

Pertama, alasan Historis. Setelah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pemerintahan Mesir dengan desakan dari Hasan Albanna Tokoh sekaligus pendiri Ikhwanul Muslimin adalah negara yang pertama kali mengakui kedaulatan negara Indonesia  jauh sebelum negara – negara yang lain.

Tindakan itu bukan saja sebagai langkah pengakuan diplomatis semata, tapi lebih dari pada itu, Negara Mesir lah yang pertamakali menggenapkan bangsa Indonesia sebagai negara baik secara de jure dan de facto . seperti kita ketahui bahwa salah satu teori yang mensyaratkan sebuah negara (yang berkembang pada saat itu) adalah adanya pengakuan dari negara lain disamping adanya tanah, masyarakat, dan pemerintahan yang berdaulat.

Lebih jauh lagi, pada saat perang mempertahankan kemerdekaan dimana Inggris diboncengi oleh Belanda untuk kembali menjajah Indoesia timbul reaksi anti Inggris dan Belanda di wilayah timur tengah khusunya di negara Mesir, bahkan dalam bukunya yang berjudul “ Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri” M.Zein Hassan menulis dengan jelas tentang keterlibatan masyarakat Mesir dalam perjuangan secara fisik untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa kita.

Kejadian ini terjadi beberapa hari setelah agresi militer Belanda pertama (21 Juli 1947) atas kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada tanggal 09 Agustus 1947. Pada saat kapal Belanda “Volendam” hendak menaikan perbekalannya di Port Said (sebuah dermaga di Mesir di daerah terusan suez) dengan menggunakan kapal yang lebih kecil, pada saat itu masyarakat mesir menggunakan beberapa kapal motor dengan mengibarkan bendera merah putih sebagai tanda solidaritas menghalangi laju kapal yang mengangkut berbagi macam perbekalan, bahkan sebagaian diatara mereka berhasil masuk dan memutarkan kemudi ke arah yang lain. Aksi ini berlangsung walaupun para masyarakat tahu bahwa kapal pengangkut perbekalan ini dikawal oleh aparat bersenjata. Aksi ini diliput oleh media lokal esok harinya.

Bahkan secara personal presiden Mursi yang saat ini digulingkan oleh Militer pernah datang untuk meninjau langsung keadaan Aceh pasca tsunami 2004 dan membawa dana guna membantu rehabiliti masyarakat Indonesia.

Kedua; alasan konstitusi dan hukum serta kesepakatan antara negara. Dalam alinea pembukan undang-undang dasar 1945 menyatakan bahwa “kemerdekaan adalah hak segala bangsa”, karena kemerdekaan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hak asasi manusia.

Bahkan dalam dasa sila bandung pada point pertama adalah mengakui hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB tiga tingkat diatas point empat yang menyatakan tidak akan campur dan mengintervensi dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain.

Ketiga, alasan kemanusiaan. Bila alasan pertama dan kedua terlalu rumit untuk dipahami oleh kita sebagai manusia maka alasan ini yang bisa kita pegang, perdana mentri Turki Edrogan bahkan menyatakan dengan jelas “anda tidak perlu menjadi rakyat Mesir untuk bersimpati, anda hanya perlu menjadi manusia”. 

Mungkin kita gagal menghentikan jatuhnya korban lebih lanjut di Mesir, kita mungkin gagal dalam menghentikan rezim militer yang mencuri hasil demokrasi yang jujur, tapi kita tidak boleh gagal sebagai manusia dalam merasakan apa yang sedang diderita oleh saudara-saudara kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: